Selasa, 31 Mei 2016

Pembelajaran Berbasis Web


Pembelajaran Berbasis Web
A.    Konsep Pembelajaran Berbasis Web
            Pembelajaran bebasis web merupakan suatu kegiatan pembelajara yang memanfaatkan media situs (website) yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis webatau yang dikenal juga dengan “web based learning” merupakan salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik (e-learning).
            E-learning merupakan proses dan kegiatan penerapan pembelajaran berbasis web (web based learning), pembelajaran berbasis computer (computer based learning), kelas virtual (virtual classrooms) dan kelas digital (digital classroom). Materi-materi dalam kegiatan pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan melalui media internet, tape video atau audio, penyiaran melalui satelit, serta televisi interaktif. Definisi ini juga menyatakan bahwa definisi dari e-learning itu bisa bervariasi tergantung dari penyelenggara kegiatan e-learning tersebut dan bagaimana cara penggunaannya, termasuk juga apa tujuan penggunaannya.
            Pembelajaran berbasis internet atau web merupakan sebuah kegiatan pembelajaran yang menjadikan internet atau web sebagai salah satu media paling efektif dalam kegiatan pembelajaran. Dan karena hal tersebut jugalah yang akhirnya menjadikan model pembelajaran ini populer dengan nama pembelajaran e learning. 

B.     Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web
            kruse ( dalam Rusman, 2009 : 117 ) dalam tulisannya mengungkapkan bahwa pembelajaran brbasis web sangat banyak manfaatnya bagi peserta didik bila dirancang dengan baik dan tepat. yaitu yang didalamnya ada unsur kreativitas, seta mengurangi biaya-biaya operasional yang biasanya digunakan.
C.     Memilih Metode Pembelajaran Berbasis web
       Terdapat dua langkah yang harus dilakukkan untuk menentukan metode pembelajaran berbasis web jenis apa yang cocok diterapkan dalam suatu kondisi pembelajaran.
Langkah pertama adalah menentukan terlebih dahulu tipe pembelajaran yang akan disampaikan. Analisis kebutuhan dilakukkan pada langkah ini, untuk menentukan ranah mana yang akan disentuh dalam oleh proses pembelajaran ini, apakah kognitif, psikomotorik atau afektif.
      Dalam pembelajaran berbasis web untuk mengelompokkan tujuan pembelajaran  atau pelatihan sehingga mengembangkan program dapat mengetahui jenis jenis kemampuan kognitif yang masing-masingnya membutuhkan penyampaian informasi, latihan dan penilaian yang berbeda.
Langkah kedua dari pemilihan proses pembelajaran, adalah memilih tipe pembelajaran berbasis web yang paling tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Untuk mulai memilih tipe pembelajaran berbasis web mana yang paling tepat, pertama tentukan ranah pembelajaran yang paling mempresentasikan tujuan, yaitu kognitif, psikomotor atau afektif (Rusman, 2013).

D.    Kelebihan dan kekurangan pembelajaran Berbasis web

1.      Kelebihan Pembelajaran Berbasis WEB
       
• Memungkinkan setiap orang dimanapun, kapanpun, untuk mempelajari apapun.
• Pebelajar dapat belajar sesuai dengan karaktristik dan langkahnya dirinya sendiri karen apembelajaran berbasis web membuat pembela-jaran menjadi bersifat individual.
• Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pebelajar dapat mengakses informasi dari berbagai sumber, baik di dalam maupun luar lingkungan belajar.
• Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk belajar.
• Dapat mendorong pebelajar lebih aktif dan mandiri di dalam belajar.
• Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk memperkaya materi pemeblajaran. 
• Menyediakan mesin pencari yang dapat digunakan untuk mencari informasi yang mereka butuhkan.
• Isi materi pelajaran dapat di-update dengan mudah.
Kekurangan Pembelajaran Berbasis WEB
• Keberhasilan pembelajaran berbasis web tergantung paa kemandirian dan motivasi pembelajar.
• Akses untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar. 
• Pembelajar dapat cepat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak dapat mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapat peralatan yang memadai dan bandwidth yang cukup. 
• Dibutuhkannya panduan bagi pembelajar untuk mencari informasi yang elevan, karena informasi yang terdapat di dalam web sangat beragam.
• Dengan menggunakan pembelajaran berbasis web, pembelajar terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dalam fasilitas komunikasi.
(http://jsetyotri.blogspot.co.id/2013/03/pembelajaran-berbasis-web.html)

E.     Metode Bended Learning Dalam Pembelajaran Berbasis Web
             Blanded Learning adalah proses mempersatukan beragam metode belajar yang dapat dicapai dengan penggambungan sumber-sumber virtual dan fisik. Blended Learning merupakan sebuah kombinasi dari pendekatan di dalam pembelajaran. Sehingga dapat dinyatakan bahwa blended Learning adalah metode belajar yang menggabungkan dua atau lebih metode pendekatan dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran tersebut. Salah satu contohnya adalah kombinasi pembelajaran berbasis web dan penggunaan metode tatap muka yang dilakukan secara bersamaan di dalam pembelajaran. Istilah Blended Learning juga dikenal dengan sebutan hybrid learning dan mixed learning.
     Metode blended Learning memberikan kesempatan bagi peserta pembelajaran online, salah satunya untuk bertatap muka. Metode blended yang demikian banyak diterapkan utamanya ketika kompetensi yang hendak dicapai adalah keterampilan (psikomotorik) tertentu. Metode ini juga memberikan rasa keterikatan pembelajar apa yang sedang dipelajarinya. Walaupum online learning memberikan memberikan kemudahan bagi para pelajar untuk mengikuti pembelajaran di mana saja, pembelajar, sebagai manusia, tetap memiliki keinginan untuk berada dalam komunitas (dalam hal ini komunitas belajar) yang sesungguhnya, dan hal ini dipandang penting dalam pembelajaran. Selain itu sosok mengajar walau tidak dominan seperti dalam paradigma mengajar, tetap diperlukan untuk pembinaan perilaku atau sikap yang berorientasi pada norma masyarakat (Rusman, 2013).





F.       Prinsip Prinsip pembelajaran Berbasis web
     Menurut Rusman (2011) prinsip pembelajaran berbasis web adalah:
1.       Interaksi
            Interaksi berarti kapasitas komunikasi dengan orang lain yang tertarik pada topik yang sama atau menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Dalam lingkungan belajar, interaksi berarti kapasitas berbicara baik antarpeserta, maupun antara peserta dengan instruktur. Interaksi membedakan antara pembelajaran berbasis web dengan pembelajaran berbasis komputer (Computer-Based Instruction). Hal ini berarti bahwa mereka yang terlibat dalam pembelajaran berbasis web tidak berkomunikasi dengan mesin, melainkan dengan orang lain (baik peserta maupun tutor) yang kemungkinan tidak berada pada lokasi bahkan waktu yang sama.
Interaksi tidak hanya menyediakan hubungan antarmanusia, tetapi uga menyediakan keterhubungan isi, di mana setiap orang dapat saling membantu antara satu dengan yang lainnya untuk memahami isi materi dengan berkomunikasi. Hal tersebut menciptakan lapisan belajar ter¬dalam yang tidak bisa diciptakan oleh pengembangan media.
2.      Ketergunaan
             Ketergunaan yang dimaksud di sini adalah bagaimana siswa mudah menggunakan web. Terdapat dua elemen penting dalam prinsip keter¬gunaan ini, yaitu konsistensi dan kesederhanaan. Intinya adalah bagaimana pengembang pembelajaran berbasis web ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan balk dalam proses pembelajaran maupun navigasi konten (materi dan aktivitas belajar lain).
3. Relevansi
   Relevansi diperoleh melalui ketepatan dan kemudahan. Setiap informasi dalam web hendaknya dibuat sangat spesifik untuk meningkat¬kan pemahaman pembelajar dan menghindari bias. Menempatkan konten yang relevan dalam konteks yang tepat pada waktu yang tepat adalah bentuk seni tersendiri, dan sedikit pengembangan e-learning yang berhasil melakukan kombinasi ini. Hal ini melibatkan aspek keefektifan desain konten serta kedinamisan pencarian dan penempatan konten (materi). 



Rujukan:
Rusman, Deni Kurniawan dan Cepi Riana. 2013. Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.
 (http://berbasistik.blogspot.co.id/2015/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html)
(http://jsetyotri.blogspot.co.id/2013/03/pembelajaran-berbasis-web.html)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar