PEMBELAJARAN
BERBASIS TEKNOLOGI
INFORMASI DAN
KOMUNIKASI

OLEH KELOMPOK 2 :
1. BUSTANIL ARIFIN
2. FITRATUL MUTMAINNAH
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016
PEMBELAJARAN
BERBASIS TEKNOLOGI
INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
1.
Pembelajaran Berbasis TIK
Pembelajaran
berbasis TIK adalah upaya memanfaatkan kemajuan TIK untuk mendukung proses
pembelajaran. TIK berperan sebagai media penghubung
untuk menyampaikan transfer ilmu pengetahuan dari pendidik kepada peserta
didik. Media adalah sebuah perangkat atau
alat. Sedangkan pembelajaran adalah sebagai sebuah kegiatan penyampaian
informasi terkait ilmu pengetahuan dari tenaga pendidik kepada peserta didik
yang dimilikinya. Dengan demikian Media pembelajaran berbasis TIK adalah sebuah
alat atau perangkat yang diperlukan dalam proses kegiatan penyampaian informasi
berupa ilmu pengetahuan dari seorang tenaga pendidik kepada para peserta didik
yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
Ada 5 alat pendukung dalam pembelajaran berbasis TIK:
1. Teks
Materi
yang di simpan bisa dalam berbagai jenis file. Pengajar-pengajar yang
menggunakan komputer akan terbiasa dengan file berbentuk teks, misalnya doc
atau pdf. Selain berkas teks, materi pembelajaran pundapat berupa berkas
presentasi misalnta ppt.
2. Gambar
Penggunaan
komputer pun biasanya tidak asing dengan file-file gambar baik berupa foto atau
gambar digital misalnya file berekstensi jpg dan bmp. Penggunaan gambar
sebenarnya tidak terlalu banyak digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal
ini disebabkan oleh tidak banyaknya materi pembelajaran yang harus digunakan
dalam bentuk gambar.
3. Animasi
Beberapa
pengguna komputer telah mengenal animasi.
Sekarang animasi di internet lebih menarik daripada
gambar. Animasi itu dapat berupa gambar kecil yang bergerak atau menampilkan
teks yang bergerak. Animasi itu dapat
dibuat dengan flash atau pengolah gambar atau
foto. File animasi di antaranya berekstensi
swf atau gif. Daripada hanya sekedar teks,
pembelajaran dengan gambar atau animasi akan
lebih menarik.
4. Suara ( Alternatif dari Materi Teks, Gambar
dan Animasi)
Salah
satu upaya untuk mendapatkan materi
pembelajaran yang paling mudah adalah merekam
ceramah kemudian menyimpannya di dalam pembelajaran
asinkronus (berbasis teknologi informasi). Pada
saat ini pesawat pemutar mp3 (mp3 player),
pemutar mp4 (mp4 player), atau telepon selular dapat merekam sampai puluhan
menit.
5. Film
Upaya
lainnya yang dapat dilakukan adalah membuat film pembelajaran di kelas. Film
pada saat ini dapat dibuat hanya dengan telepon selular ataupun dengan kamera.
Pembuatan film dengan telepon selular lebih realistis
karena filenya dapat langsung disimpan (di-upload)
di internet.
Beberapa
aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan pembelajaran
yang dapat di kembangkan antara lain:
1. Pembelajaran berbasis komputer
Pembelajaran
berbasis komputer yaitu penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam dunia
pendidikan dan pengajaran. Penggunaan komputer secara langsung dengan peserta
didik untuk menyampaikan isi pembelajaran, memberikan latihan dan mengevaluasi
kemajuan belajar peserta didik.
2. E-learning
Blended
e-learning adalah pembelajaran terpadu dengan menggunakan jaringan internet,
LAN atau WAN sebagai pengantar materi, interaksi atau fasilitas. Blended
e-learning disebut juga online learning.
3. Peniaian berbasis TIK
Penilaian
hasil belajar peserta didik dapat memerlukan pengolahan dan analisi yang
akurat, objektif, transparan dan integral agar bisa di pertanggungjawabkan.
Oleh karena itu perlu dikembangkan penilaian berbasis komputer yang bisa di
akses oleh peserta didik, pengajar dan orang tua.
4. Perpustakaan online
Perpustakaan
online adalah fasilitas perpustakaan dalam dunia digital yang ada di internet
yang memungkinkan seorang pencari informasi dapat mengakses kesegala sumber
ilmu pengetahuan dengan cara yang mudah tanpa adanya batasan waktu dan jarak.
2.
Pendekatan Instruksional Dalam
Pendidikan Berbasis TIK
Pendekatan pembelajaran
merupakan istilah yang melingkupi seluruh proses belajar mengajar. Pendekatan
dan strategi pembelajaran mempunyai makna yang sama untuk menjelaskan bagaimana
proses belajar mengajar antara pendidik dan peserta didik, dalam
mencapai tujuan. Dalam pendidikan berbasis TIK bagaimana
seorang pendidik maupun peserta didik dapat mengoperasikan pembelajaran yang
berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
3.
Kemampuan
yang Dituntut Bagi Penyelenggaraan TIK
Semakin meluasnya kemungkinan penggunaan internet
dalam pendidikan dan pelatihan menuntut pengelola pendidikan untuk mampu
mengintegrasikan teknologi ke dalam lingkungan belajar mulai dari fase desain,
pengembangan, penerapan, dan pemeliharaan. Setidaknya ada tiga pihak yang
dituntut kemampuannya agar pembelajaran bisa
terlaksana yaitu pihak lembaga, pengelola, dan guru/dosen.
A. Tuntutan Kelembagaan
Menurut uraian ElliS (1999), Secara kelembagaan,
Perusahaan yang berhasil menyelenggarakan WBT karena adanya kerja sama antar
departemen yang ada di perusahaan tersebut. Pihak-pihak/departemen yang terkait
dalam manajemen WBT di antaranya adalah:
1.
Departemen Teknologi Informasi.
2. Departemen
Sistem Informasi dan Manajemen Sistem Informasi.
3. Departemen
Pengembangan Produk.
4.
Departemen Sumber Daya Manusia.
5. Departemen
Pemasaran dan Komunikasi.
6. Departemen
Perekayasaan.
7. Departemen
Pendidikan, Pelatihan,dan Pengembangan Staf.
8.
Departemen lainnya yang memeerlukan/terkait.
Dari uraian
di atas, kita bisa mengambil suatu esensi bahwa jika suatu lembaga pendidikan,
sekolah ingin sukses menyelenggarakan pendidikan berbasis web maka harus ada
kebijakan yang memihak, kerja sama dan komitmen antar unit kerja yang mungkin
akan terlibat.
B.
Tuntutan kemampuan pengelola
Sedangkan tuntutan atau persyaratan yang harus
dipenuhi oleh seorang pengelola program WBT untuk mendorong sukses pengelolaan
WBT yaitu alur kegiatan dari pengelolaan pendidikan dan pelatihan yang berbasis
web meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
1. Identifikasi dan Analisis
Kebuuhan akan WBT Identifikasi akibat potensial yang mungkin muncul dari
penerapan WBT.
a. Tentukan sisi baiknya.
b. Tentukan kekurangannya.
2. Merancang desain WBT (secara
tim).
a. Menentukan
fokus/isi yang sesuai.
b. Mengidentifikasi
hambatan anggaran.
c.
Mengidentifikasi isu-isu keberadaan hardware dan software.
d. Merancang desain dan petunjuk
penggunanya.
e.
Mengidentifikasi karakteristik dan keuntungan/kebaikan yang diinginkan.
3. Mengembangkan website
atau sistem pelatihan komersial yang customize:
a. Mengembangkan
isi.
b. Membuat desain
visual.
c. Melakukan uji
coba.
4.
Implementasi pogram WBT Memasarkan program di lingkungan internal.
a. Menilai program beserta isinya:
1. Penilaian oleh penggunaan.
2. Menilai validitas dan reliabilitas isi.
b. Melakukan
pemeliharaan site yang sedang berjalan:
1. Memasukkan pembaruan teknolog.
2. Penjadwalan dan membuat
evaluasi (Ellis,et.al.,1999:3-9)
C.
Tuntutan Kemampuan Guru
Untuk bisa
menyelenggarakan pendidikan yang berbasis web guru harus memiliki:
1. Memiliki sikap
positif terhadap Teknologi Informasi (TI) (positive attitudes to IT)
2. Memahami potensi
pendidikan dalam TI (understanding the educational potential of IT)
3.
Mampu menggunakan TI dalam kurikulum secara efektif (ability to use IT
effectively in curriculum)
4. Mampu mengelola
penggunaan TI di dalam kelas (ability to manage IT use in the classroom)
5. Mampu menilai
penggunaan TI (ability to evaluate IT use)
6.
Mampu meyakinkan adanya perbedaan dan kemajuan (ability to ensure
differentiation and progression)
7. Memiliki
kemampuan teknis untuk menggunakan TI serta selalu memperbarui kemampuan yang
telah dimiliki (technical capability to use an appropiate range of IT resource
and up date these skills)
Sumber Rujukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar