Pembelajaran Berbasis Komputer
1. Pengertian Pembelajaran
Berbasis Komputer
Sebelum kita membahas tentang
pengertian pembelajaran berbasis komputer,
kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu media pembelajaran. Menurut
Gagne Briggs (dalam Arsyad, 2002:4) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah
sesuatu alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi
pembelajaran. Media pembelajaran tersebut dapat berupa buku, tape, recorder,
kaset, video, film, foto, gambar, televisi, dan komputer. Maka, berdasarkan
pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah suatu
alat yang dapat dilihat, didengar, dan diraba oleh panca indera manusia yang mana
alat tersebut digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran
dapat tercapai dengan baik.
Selanjutnya Pembelajaran
berbasis komputer merupakan program pembelajaran dengan menggunakan software komputer
berupa program komputer yang berisi tentang muatan pembelajaran dan meliputi:
judul, tujuan, materi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Hal ini sejalan
dengan apa yang dikemukakan oleh Robert Heinich, Molenda, dan James D. Russel
(1985:226) yang menyatakan bahwa: “computer system can delivery instruction by allowing
them to interact with the lesson programed into the system; this is referred to
computer based instruction. ”Sistem komputer dapat menyampaikan pembelajaran secara
individual dan langsung kepada para siswa dengan cara berinteraksi dengan mata
pelajaran yang diprogramkan ke dalam sistem komputer , inilah yang disebut
dengan pembelajaran berbasis komputer.
Secara
konsep pembelajaran berbasis komputer adalah bentuk penyajian bahan bahan pembelajaran
dan keahlian ataupun keterampilan dalam satuan unit-unit kecil, sehingga mudah
untuk dipelajarai dan di fahami oleh siswa. PBK merupakan suatu pembelajaran
yang menempatkan komputer sebagai piranti sistem pembelajaran individual ,di
mana siswa dapat berinteraksi langsung dengan komputer yang sengaja dirancang
atau dimanfaatkan oleh guru.
2.
Prinsip-prinsip pembelajaran berbasis komputer
Menurut Rusman
dkk (2012:154-155) ada empat prinsip pembelajaran berbasis komputer, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.
Berorientasi pada Tujuan Pembelajaran
Dalam
mengembangkan pembelajaran berbasis komputer harus berorientasi pada tujuan
pembelajaran baik kepada standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator
yang harus dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran. Apapun bentuk model
pembelajaran berbasis komputer yang akan dikembangkan, baik itudrill, simulasi,
games dan tutorial harus berpijak pada tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan. Dalam hal pembelajaran berbasis komputer, perencanaan harus dimulai
dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Silabus, flowchart, dan
storyboard.
2.
Berorientasi pada pembelajaran Individual
Dalam
mengembangankan pembelajaran berbasis komputer juga digunakan prinsip yang berorientasi
pada pembelajaran individual. Pembelajaran individual dapat memberi keleluasaan
pada siswa untuk menggunakan waktu dan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan
dan kemampuannya. Bagi siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan cepat selesai
dalam mempelajari konten atau materi pelajaran yang diprogramkan dalam pembelajaran
berbasis komputer. tetapi yang kurang memiliki kemampuan akan terlambat dalam
mengerjakan dan memahami konten yang ada dalam pembelajaran berbasis komputer.
3.
Berorientasi pada pembelajaran mandiri
Pembelajaran
berbasis komputer bersifat individual, sehingga menuntut pembelajaran secara
mandiri. Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis komputer dilakukan secara mandiri
dimana guru hanya berperan sebagai fasilitator dan mediator. Semua pengalaman belajar
siswa dikemas dalam program pembelajaran berbasis komputer dan siswa mengerjakannya
secara mandiri pada komputer masing-masing, bisa jadi digunakan di sekolah atau
pun di rumah.
4.
Berorientasi pada pembelajaran Tuntas
Keunggulan
pembelajaran berbasis komputer adalah penerapan prinsip belajar tuntas atau mastery
learning. dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis komputer semua siswa harus dapat
menyelesaikan semua pengalaman belajar yang dikemas dalam program pembelajaran berbasis
komputer, baik itu berupa pemahaman materi dan tugas mengerjakan tes atau evaluasi
yang harus diselesaikan dengan benar.
3.
Komputer sebagai media Pembelajaran
Media adalah
teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Media merupakan alat yang harus ada apabila kita ingin memudahkan sesuatu dalam
pekerjaan. Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak
dari kata medium yang berarti “pengantar atau perantara”. Dengan demikian
diartikan bahwa media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau
penyaluran pesan. Disini yang dimaksud
dengan komputer sebagai media pembelajaran adalah penggunaan komputer dalam
pesan atau informasi yang akan di sampaikan guru atau pendidik.
4.
Model –model pembelajaran berbasis komputer
Menurut
Simon, terdapat tiga jenis penyampaian materi pembelajaran berbasis komputer, diantaranya
adalah:
a.
Model drills
Drills merupakan
salah satu model pembelajaran di mana siswa diberikan berbagai macam pertanyaan
dan masalah yang harus mereka pecahkan, setelah itu komputer akan memberikan
respon akan jawaban-jawaban yang di input oleh siswa. Sebenarnya model drills hampir
sama dengan pekerjaan rumah, yang membedakankeduanya adalah feed-back yang
diberikan dalam model pembelajaran drills lebih spontan sedangkan pekerjaan
rumah guru akan memberikan feed-back kepada seluruh siswa. Sehingga
masing-masing siswa akan langsung tahu di mana letak kesalahannya dalam
pengerjaan soal. Model ini juga dapat digunakan oleh guru untuk mengulangi materi
yang pernah diajarkan kepada siswa.
b.
Model tutorial
Tutorial adalah
bimbingan pembelajaran dalam bentuk pemberian arahan, bantuan, petunjuk, dan
motivasi agar para siswa belajar secara efisien dan efektif. Model ini
sebenarnya hampir sama dengan bimbingan, di mana ini merupakan model
pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada siswa agar dapat
mencapai hasil yang maksimal. Sistem pembelajaran ini disajikan dalam beberapa
bentuk, yaitu pusat belajar modular, program pembinaan jarak jauh, dan sistem
belajar jarak jauh. Model ini menyediakan rancangan pembelajaran yang kompleks
yang berisi materi pembelajaran, latihan yang dibarengi dengan feed-back (umpan
balik). Program pembelajaran tutorial dengan bantuan komputer meniru sistem
tutor yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Informasi atau pesan berupa
suatu konsep disajikan di layar komputer dengan menggunakan teks, gambar, atau
grafik. Apabila jawaban siswa benar, komputer akan melanjutkan penyajian
informasi atau konsep berikutnya, dan apabila jawaban yang diinput salah
komputer dapat kembali ke informasi konsep sebelumnya sehingga siswa dapat
mengulang untuk mengerjakan kembali.
c.
Model simulasi
Model
simulasi sebenarnya adalah strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman
belajar lebih nyata dengan membuat tiruan-tiruan suasana dan suatu keadaan yang
mendekati suasana sebenarnya dan berlangsung pada suasana yang tanpa resiko
dengan menampilkan materi pelajaran yang
dikemas dalam bentuk simulasi-simulasi pembelajaran dalam bentuk animasi yang
menjelaskan konten secara menarik, hidup dan memadukan unsur teks, gambar,
audio, gerak dan paduan warna yang serasi dan sangat baik.
Simulasi
harus dibuat sekonkret mungkin agar siswa dapat merasakan pengalaman sebenarnya
baik dari visual maupun audionya, sehingga akan merangsang siswa dalam
berpikir. Yang perlu diperhatikan dalam memproduksi model simulasi adalah
bagaimana membuat simulasi yang dapat menjelaskan materi yang akan dipelajari
siswa.
Pada
pengaplikasiannya, dalam model simulasi mula-mula akan dilakukan tahap
pengenalan, dilanjutkan dengan penyajian informasi berupa beberapa simulasi soal
dan kasus, setelah itu siswa harus menjawab pertanyaan yang disajikan oleh program
dan kemudian akan di berikan respon spontan oleh program. Setelah tahap respon
akan ada sesi pembetulan, dilanjutkan lagi ke bagian pengaturan pengajaran dan
terakhir adalah penutup.
5.
Prosedur pembuatan pembelajaran berbasis komputer
Yang harus
dilakukan pertama kali oleh seorang pendidik adalah membuat perencanaan
pembelajaran terlebih dahulu, sebelum pembuatan program pembelajaran berbasis
komputer. Berikut adalah persiapan seorang pendidik yang harus dilakukan
sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis komputer
1.Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
2.Pembuatan Garis Besar Isi Media Pembelajaran
Berbasis Komputer (GBIM PBK).
Adapun
usaha-usaha untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam proses pembelajaran
berbasis komputer yang kemudian timbul berbagai jenis, cara, maupun prosedur
pemilihan media. Maka, cara-cara ataupun prosedur-prosedur tersebut dapat dikelompokkan
menjadi beberapa model yaitu :
1. Dengan
pembuatan Flowchart yang menggunakan sistem pengguguran atau eliminasi dalam
keputusan yang dipilih.
2. Dengan
pembuatan Matriks yang menggunakan
proses pengambilan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya
teridentifikasi.
3. Dengan
pembuatan Checklist yang menggunakan keputusan pemilihan sampai semua kriterianya
dipertimbangkan.
4. Dengan pembuatan Storyboard yang menggunakan
lembar naskah yang dibagi menjadi dua kolom yang sama besarnya. Kolom kiri
digunakan untuk visual, sedangkan kolom kanan digunakan untuk narasi dan suara
yang diperlukan seperti musik.
Daftar rujukan
:
online ( diakses 22 maret 2016. Pukul 21.00 WIB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar