Selasa, 22 Maret 2016

Pembelajaran Berbasis Komputer



Pembelajaran Berbasis Komputer

1.      Pengertian Pembelajaran Berbasis Komputer
Sebelum kita membahas tentang pengertian pembelajaran berbasis komputer,  kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu media pembelajaran. Menurut Gagne Briggs (dalam Arsyad, 2002:4) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sesuatu alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pembelajaran. Media pembelajaran tersebut dapat berupa buku, tape, recorder, kaset, video, film, foto, gambar, televisi, dan komputer. Maka, berdasarkan pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah suatu alat yang dapat dilihat, didengar, dan diraba oleh panca indera manusia yang mana alat tersebut digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Selanjutnya Pembelajaran berbasis komputer merupakan program pembelajaran dengan menggunakan software komputer berupa program komputer yang berisi tentang muatan pembelajaran dan meliputi: judul, tujuan, materi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Robert Heinich, Molenda, dan James D. Russel (1985:226) yang menyatakan bahwa: “computer system can delivery instruction by allowing them to interact with the lesson programed into the system; this is referred to computer based instruction. ”Sistem komputer dapat menyampaikan pembelajaran secara individual dan langsung kepada para siswa dengan cara berinteraksi dengan mata pelajaran yang diprogramkan ke dalam sistem komputer , inilah yang disebut dengan pembelajaran berbasis komputer.  
Secara konsep pembelajaran berbasis komputer adalah bentuk penyajian bahan bahan pembelajaran dan keahlian ataupun keterampilan dalam satuan unit-unit kecil, sehingga mudah untuk dipelajarai dan di fahami oleh siswa. PBK merupakan suatu pembelajaran yang menempatkan komputer sebagai piranti sistem pembelajaran individual ,di mana siswa dapat berinteraksi langsung dengan komputer yang sengaja dirancang atau dimanfaatkan oleh guru.
2.      Prinsip-prinsip pembelajaran berbasis komputer
Menurut Rusman dkk (2012:154-155) ada empat prinsip pembelajaran berbasis  komputer, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Berorientasi pada Tujuan Pembelajaran
Dalam mengembangkan pembelajaran berbasis komputer harus berorientasi pada tujuan pembelajaran baik kepada standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran. Apapun bentuk model pembelajaran berbasis komputer yang akan dikembangkan, baik itudrill, simulasi, games dan tutorial harus berpijak pada tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dalam hal pembelajaran berbasis komputer, perencanaan harus dimulai dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Silabus, flowchart, dan storyboard.


2.      Berorientasi pada pembelajaran Individual
Dalam mengembangankan pembelajaran berbasis komputer juga digunakan prinsip yang berorientasi pada pembelajaran individual. Pembelajaran individual dapat memberi keleluasaan pada siswa untuk menggunakan waktu dan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Bagi siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan cepat selesai dalam mempelajari konten atau materi pelajaran yang diprogramkan dalam pembelajaran berbasis komputer. tetapi yang kurang memiliki kemampuan akan terlambat dalam mengerjakan dan memahami konten yang ada dalam pembelajaran berbasis komputer.
3.      Berorientasi pada pembelajaran mandiri
Pembelajaran berbasis komputer bersifat individual, sehingga menuntut pembelajaran secara mandiri. Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis komputer dilakukan secara mandiri dimana guru hanya berperan sebagai fasilitator dan mediator. Semua pengalaman belajar siswa dikemas dalam program pembelajaran berbasis komputer dan siswa mengerjakannya secara mandiri pada komputer masing-masing, bisa jadi digunakan di sekolah atau pun di rumah.
4.      Berorientasi pada pembelajaran Tuntas
Keunggulan pembelajaran berbasis komputer adalah penerapan prinsip belajar tuntas atau mastery learning. dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis komputer semua siswa harus dapat menyelesaikan semua pengalaman belajar yang dikemas dalam program pembelajaran berbasis komputer, baik itu berupa pemahaman materi dan tugas mengerjakan tes atau evaluasi yang harus diselesaikan dengan benar.
3.      Komputer sebagai media Pembelajaran
Media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Media merupakan alat yang harus ada apabila kita ingin memudahkan sesuatu dalam pekerjaan. Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang berarti “pengantar atau perantara”. Dengan demikian diartikan bahwa media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyaluran pesan.  Disini yang dimaksud dengan komputer sebagai media pembelajaran adalah penggunaan komputer dalam pesan atau informasi yang akan di sampaikan guru atau pendidik.
4.      Model –model pembelajaran berbasis komputer
Menurut Simon, terdapat tiga jenis penyampaian materi pembelajaran berbasis komputer, diantaranya adalah:
a.       Model drills
Drills merupakan salah satu model pembelajaran di mana siswa diberikan berbagai macam pertanyaan dan masalah yang harus mereka pecahkan, setelah itu komputer akan memberikan respon akan jawaban-jawaban yang di input oleh siswa. Sebenarnya model drills hampir sama dengan pekerjaan rumah, yang membedakankeduanya adalah feed-back yang diberikan dalam model pembelajaran drills lebih spontan sedangkan pekerjaan rumah guru akan memberikan feed-back kepada seluruh siswa. Sehingga masing-masing siswa akan langsung tahu di mana letak kesalahannya dalam pengerjaan soal. Model ini juga dapat digunakan oleh guru untuk mengulangi materi yang pernah diajarkan kepada siswa.
b.      Model tutorial
Tutorial adalah bimbingan pembelajaran dalam bentuk pemberian arahan, bantuan, petunjuk, dan motivasi agar para siswa belajar secara efisien dan efektif. Model ini sebenarnya hampir sama dengan bimbingan, di mana ini merupakan model pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada siswa agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Sistem pembelajaran ini disajikan dalam beberapa bentuk, yaitu pusat belajar modular, program pembinaan jarak jauh, dan sistem belajar jarak jauh. Model ini menyediakan rancangan pembelajaran yang kompleks yang berisi materi pembelajaran, latihan yang dibarengi dengan feed-back (umpan balik). Program pembelajaran tutorial dengan bantuan komputer meniru sistem tutor yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Informasi atau pesan berupa suatu konsep disajikan di layar komputer dengan menggunakan teks, gambar, atau grafik. Apabila jawaban siswa benar, komputer akan melanjutkan penyajian informasi atau konsep berikutnya, dan apabila jawaban yang diinput salah komputer dapat kembali ke informasi konsep sebelumnya sehingga siswa dapat mengulang untuk mengerjakan kembali.

c.       Model simulasi
Model simulasi sebenarnya adalah strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar lebih nyata dengan membuat tiruan-tiruan suasana dan suatu keadaan yang mendekati suasana sebenarnya dan berlangsung pada suasana yang tanpa resiko dengan  menampilkan materi pelajaran yang dikemas dalam bentuk simulasi-simulasi pembelajaran dalam bentuk animasi yang menjelaskan konten secara menarik, hidup dan memadukan unsur teks, gambar, audio, gerak dan paduan warna yang serasi dan sangat baik.
Simulasi harus dibuat sekonkret mungkin agar siswa dapat merasakan pengalaman sebenarnya baik dari visual maupun audionya, sehingga akan merangsang siswa dalam berpikir. Yang perlu diperhatikan dalam memproduksi model simulasi adalah bagaimana membuat simulasi yang dapat menjelaskan materi yang akan dipelajari siswa.
Pada pengaplikasiannya, dalam model simulasi mula-mula akan dilakukan tahap pengenalan, dilanjutkan dengan penyajian informasi berupa beberapa simulasi soal dan kasus, setelah itu siswa harus menjawab pertanyaan yang disajikan oleh program dan kemudian akan di berikan respon spontan oleh program. Setelah tahap respon akan ada sesi pembetulan, dilanjutkan lagi ke bagian pengaturan pengajaran dan terakhir adalah penutup.
  
5.      Prosedur pembuatan pembelajaran berbasis komputer
Yang harus dilakukan pertama kali oleh seorang pendidik adalah membuat perencanaan pembelajaran terlebih dahulu, sebelum pembuatan program pembelajaran berbasis komputer. Berikut adalah persiapan seorang pendidik yang harus dilakukan sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis komputer
1.Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
2.Pembuatan Garis Besar Isi Media Pembelajaran Berbasis Komputer (GBIM PBK).
Adapun usaha-usaha untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam proses pembelajaran berbasis komputer yang kemudian timbul berbagai jenis, cara, maupun prosedur pemilihan media. Maka, cara-cara ataupun prosedur-prosedur tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa model yaitu :
1.      Dengan pembuatan Flowchart yang menggunakan sistem pengguguran atau eliminasi dalam keputusan yang dipilih.
2.      Dengan pembuatan  Matriks yang menggunakan proses pengambilan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya teridentifikasi.
3.      Dengan pembuatan Checklist yang menggunakan keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan.
4.       Dengan pembuatan Storyboard yang menggunakan lembar naskah yang dibagi menjadi dua kolom yang sama besarnya. Kolom kiri digunakan untuk visual, sedangkan kolom kanan digunakan untuk narasi dan suara yang diperlukan seperti musik.

Daftar rujukan :
online ( diakses 22 maret 2016. Pukul 21.00 WIB)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar